Monday, May 08, 2006
Awal Pertunjukan

Menjadi bintang dalam sebuah pertunjukan adalah sesuatu yang menakjubkan bagiku. Terutama bila pertunjukan itu merupakan pentas seni. Karena aku tak berkaki dan tak bertangan, hingga tubuhku menjadi kaku saat berada di pentas. Aku tetap saja mematung kala mata satu gedung pertunjukkan mengarah kepadaku.Memalukan!

Aku juga tak bermata, namun aku dapat merasakan mimik mereka yang begitu merendahkan diriku. Aku benci penghinaan. Terutama bila aku menghina aku. Membungkam seluruh kata yang siap meluncur dari mulutku. Kepercayaan diriku luluh lantak. Tak ada yang tersemat di dadaku, hanya terdapat sebuah nama. Ya....Timur! Tempat dimana seluruh dunia berpaling kala Matahari terbit. Itu yang kuinginkan. Sanggupkah aku menjadi bintang bagi diriku sendiri?

Ironi dan menyedihkan. Penuh dengan keputusasaan!

Posted at 05:48 pm by timur
Mau komen?? silahkan "klik"  

Melupakan ke"aku"anku

Bagaimana jika dan hanya jika ini terjadi padaku? Sebuah momen di kala aku melupakan ke"aku"anku. Menjadikan aku sebagai orang lain. Kuubah topeng diwajahku ini menjadi yang kau inginkan karena aku tak tahu apa yang kuinginkan. Bahkan aku tak tahu warna apa yang tengah kugoreskan dalam buku mayaku.

Bagaimana? Setujukah kamu bila kuajak bermain topeng. Hah...bahkan saat ini pun kita tengah mengenakan topeng beribu rupa. Siapa sangka bila topeng yang tampak di permukaan adalah bukan diri kita? melainkan perwujudan dari apa yang orang lain inginkan terhadap kita. Apa?! kamu telah mengenal dirimu? Hebat...Bravo untukmu.

Aku? hahahaha...belum. Aku belum menguasai diriku. Mengenalnya saja aku belum, bagaimana bisa aku menguasainya? Jadilah aku yang sekarang. Berganti rupa dan keinginan, meniru berbagai mimik di topeng yang kulihat. Mengenakan topeng itu dan melupakan suara diriku sendiri. Kenikmatan apa yang kudapatkan saat ini? tak ada. Aku sudah lupa apa itu nikmat, aku tak tahu rasanya.

Bagaimana? masih ingin bermain topeng denganku?

Posted at 06:14 pm by timur
Mau komen?? silahkan "klik"  

Ter"bodoh"i Waktu

Kau ingat siapa itu plagiat? Well...intinya plagiat itu tukang contek. Dia itu bukan pembohong dan juga bukan pencuri. Dia hanya seorang tukang contek. Apa enaknya menjadi tukang contek? Tak ada yang dibanggakan dari dirinya. Hanya sebuah luapan dari keserakahan diri yang dia turuti. Selain itu apa? Tak ada!

Katakan padaku orang mana yang puas menjadi plagiat? Dia itu hanya membohongi dirinya sendiri dan waktu. Tanpa sadar dia yang malah terbodohi oleh waktu. Saat ini dia dengan caranya yang tentu tersembunyi telah melakukan sebuah "contekan", dengan keyakinan dalam hati bahwa tidak ada yang mengetahui. Hahhahaha....bodohnya dia, karena tentu saja tindakannya tetap diketahui oleh sang waktu dan juga oleh ketiadaan yang berada disekelilingnya.

Masihkah kau ingin menjadi seorang plagiat? Berprasangka bahwa tak ada yang tahu tingkah lakumu padahal kau masih mempunyai hati?

Posted at 06:25 pm by timur
Mau komen?? silahkan "klik"  

Wednesday, May 10, 2006
Email Mengejutkan

"Pengunduran Diri dan Mohon Pamit"
Mataku terbelalak membaca subject email yang baru saja masuk di inbox. Walau sering aku mendapat email resign tapi tetap saja sedih rasanya menerima email-email pengunduran diri dari teman-teman kantor selama 3 tahun aku bekerja di perusahaan ini. Tapi yang membuatku lebih shock adalah email kali ini berasal dari seseorang yang sangat kuhormati. Beliau adalah sesepuh di perusahaan tempatku sekarang bekerja. Banyak sudah customer-customer yang dijaringnya. Dari dia pula aku belajar banyak hal, mulai dari ilmu exim hingga attitude bekerja di sebuah perusahaan dengan kadar tekanan yang tinggi dan membutuhkan konsentrasi penuh.

Pak "B" yang lusa akan kembali memasuki "rimba" Jakarta tercengang mendapatkan email itu. Kami terdiam sesaat sambil berharap ini adalah sebuah mimpi. Hingga akhirnya kami tertawa kecut mendapatkan bahwa ini adalah kenyataan. Sebuah keputusan yang sedikit banyak akan merubah gaya perusahaan saat memperluas jaringan.

Tak banyak yang kuketahui tentang beliau secara personal. Dia memiliki pribadi yang tenang walau teman-teman yang lain sudah kebakaran jenggot. Perawakan tubuhnya sedang, tidak terlalu pendek...heheheh. Semoga dia mendapatkan yang jauh lebih baik dari yang pernah didapatkan di perusahaan ini.

Bagi kami yang ditinggalkan, ini adalah kabar yang sangat-sangat mengejutkan. Hingga masing-masing kami saling berkata "InsyaAllah semua akan baik-baik saja". Ya...perubahan akan terjadi, disukai atau tidak. Tinggal bagaimana kita menghadapinya.

Posted at 12:40 pm by timur
Mau komen?? silahkan "klik"  


   

<< December 2009 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed